PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Abstract
Bottom Ash merupakan sisa hasil pembakaran batu bara yang mengendap di dasar tungku pembakaran PLTU yang tidak dimanfaatkan dan dibiarkan menumpuk sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penambahan bottom ash sebagai bahan campuran agregat halus terhadap kuat tekan beton. Metode yang digunakan adalah mix design menggunakan SNI 03-2834-2000 pada umur 28 hari. Untuk mengetahui kadar optimum penambahan bottom ash pada beton maka digunakan variasi 0%; 4%; 8%; 12; dan 16% dari berat agregat halus dengan 5 buah benda uji pada masing-masing variasi. Benda uji untuk pengujian kuat tekan berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Dalam menganalisa data hasil pengujian digunakan aplikasi SPSS versi 30. Hasil dari penelitian laboratorium dengan membebani setiap benda uji silinder secara vertikal sampai pada kekuatan maksimum dapat diketahui bahwa penambahan bottom ash kedalam campuran beton ternyata berpengaruh pada penurunan kuat tekan beton. Hasil pengujian kuat tekan beton dengan variasi bottom ash 0%, 4%, 8%, 12% dan 16% secara berurutan adalah 24,405 Mpa, 15,732 Mpa, 18,617 Mpa, 15,109 Mpa dan 14,090 Mpa. Kadar optimum penambahan campuran bottom ash adalah 6,59% dengan kuat tekan yang dihasilkan adalah 24,045 Mpa. Semakin banyak persentase penambahan bottom ash maka semakin menurun nilai kuat tekan beton.
